Tuesday, November 29, 2016

Gue udah pernah ngelewatin masa dimana gue mengalami patah hati terbesar gue. dari situ banyak hal yang ngerubah gue. gue lebih tertutup. gue trauma. gue takut untuk ngerasa itu lagi. Setahun dua tahun 3 tahun gue tertutup. gue ga berani buat buka hati gue. gue menjadi orang yang tidak tertarik sama lawan jenis, bukan, bukan berarti gue homo tapi apa ya? ketika temen cowo gue bilang "itu cewe cakep tuh" "cantik tuh" "manis tuh" yaaa reaksi gue cuma liat dan bilang iya. ketika temen gue merhatiin dengan sangat gue B aja gitu. sampe segitunya

Hingga akhirnya gue nemu satu orang yang membuat gue untuk membuka hati gue. walaupun itu butuh proses yang lama di diri gue.Tapi ketika itu gue sadar. Gue sadar gue menjalin hubungan yang tidak seharusnya terjalin. bukan karna gue ga sayang. tp gue terlalu takut untuk sayang hingga mendalam. gue takut ketika gue terlalu sayang, gue akan merasakan rasa sakit yang sama seperti waktu itu. iya, gue lemah, gue penakut.

Wednesday, November 23, 2016

Tuhan.....
Apa kabar dia di samping-Mu?
Bolehkan aku bertitip pesan?
Bukanya hendak aku mengeluh
Terlalu cepat dia kembali

Kata orang rindu itu indah
Tapi mengapa begitu sakit bagiku
Sakit yang tak bisa terobati

Terkadang aku rindu sebuah sosok.
Yang kadang hanya bisa menjadi bayang
Ketika aku rindu
Aku hanya menutup mata ku
Dan dia  duduk di depan ku
Tersenyum. Tertawa. Cemberut.
Kadang aku tertunduk
Melihat sebuah tangan tak pernah lepas menggegam
Dan akhirnya Engkau lepaskan

Jaga dia selalu Tuhan....
Aku yakin  Engkau lebih menyayanginya

Tuesday, November 22, 2016

Pernah kamu salah tapi disalahkan
Berasa benar tapi di benarkan
Dipercaya tak kau khianati
Optimis penuh kepercayaan

Berjalan kemudian berlari kencang
Ketika hujan kembali datang
Berlari melawan ribuan tetesan air
Kau lakukan itu karna kau percaya

Kau percaya dirimu benar
Kau percaya dirimu yakin
Kau percaya dirimu tidak salah
Berani lah.....
Dan lakukan itu karna kau percaya
.
.
.
Kau percaya bahwa
.
.
.
.
Jemuran dirumah belum diangkat